radarsepakbola – Memberikan banyak ulasan menarik perihal yang tercipta dari sebuah laga big match semalam mempertemukan Manchester City vs Liverpool dengan skor akhir 3-0.
Laporan terkini datang dari Liga Inggris dimana Liverpool kembali mencatatkan kekalahan menyakitkan dari rival nya Manchester City dengan skor 3-0. Kekalahan telak ini terjadi ketika pasukan Arne Slot bertandang ke Etihad Stadium markas Manchester City pada pekan 11 liga inggris. Hasil pada laga ini membuat Liverpool menjadi klub pertama yang mencatatkan kebobolan 17 gol dari 11 pertandingan awal liga inggris. Dari hasil yang diterima pada laga tersebut kini Arnet Slot dihadapkan dengan tekanan tinggi dari publik Anfield setelah lima kekalahan.
Saat ini Liverpool tertahan di posisi ke delapan klasemen saat ini dengan 18 poin, selisih delapan poin dengan pemuncak klasemen. Kritik tajam langsung datang dari pengamat seperti Roy Keane yang memberikan sorotan kepada buruknya kombinasi pertahanan Liverpool pada laga semalam. Para pengamat menilai komposisi lini belakang yang ditampilkan kini sangat jauh dalam perburuan mempertahankan gelar juara liga Inggris. Liverpool menunjukan kesulitan ketika bermain di lapangan dengan faktor kurangnnya fisik yang mumpuni di line up yang mereka turunkan.
Kelemahan Liverpool Ada Pada Kurangnya Aspek Fisik
Kombinasi lini tengah yang diisi oleh Dominik Szoboszlai, Gravenberch, serta Max Allister tercatat hanya berhasil menang lima dari 22 duel. Lini tengah Liverpool terlihat overload menahan gempuran dari Manchester City disepanjang pertandingan semalam, kombinasi Nico dan Foden cukup menyulitkan Liverpool. Permasalahan juga hadir di lini depan ketika para penyerang gagal melakukan pressing ketat dan efektif dan jarang mendapatkan peluang. Kehilangan Trent Alexander-Arnold sangat terasa setalah melihat pertandingan semalam menyisakan Van Dijk sebagai pemaim belakang yang nyaman bermain dengan bola.
Setelah kekalahan pada pertandingan tersebut Van Dijk mengatakan bahwa tim nya tidak akan mudah menyerah begitu saja dalam pertahankan gelar. Dirinya sebagai kapten tim memastikan seluruh tim nya akan terus berjuang hingga akhir musim dengan memberikan penampilan terbaik. Kekalahan 3-0 di Etihad semalam memang menjadi pukulan telak namun dia mengatakan perjalanan masih panjang dan apapun bisa terjadi. Walaupun terdampar di peringkat delapan sang kapten menilai semangat tim masih sangat utuh dalam upaya pertahankan gelar liga inggris.
Catatan Impresif Pep Guardiola Di Premier League
Pep Guardiola kini telah resmi masuk kedalam jajaran manajer elit dunia dengan memperoleh 1.000 laga, setelah memenangkan pertandingan semalam. Kemenangan 3-0 atas Liverpool menunjukan sebuah prestasi bahwa Pep Guardiola merupakan salah satu pelatih terbaik di benua biru. Guardiola menjadi pelatih urutan 119 yang berhasil mencatatkan milestone serta satu-satunya yang mempunyai rasio kemenangan lebih dari 70%. Sejarah panjang membawa namanya di dunia kepelatihan bersejajar dengan pelatih legendaris seperti Arsene Wenger dan Alex Ferguson.
Keberhasilannya mengingatkan betapa pentingnya skema strategi Guardiola yang selalu berada dua langkah didepan seluruh lawan yang akan dihadapi. Laga semalam juga diwarnai dengan catatan impresif kepelatihannya mulai dari Barcelona B sampai ke Manchester City sebuah perjalanan penuh trofi. Seluruh tim yang bermain dengan metode kepeltahinnya hampir selalu menunjukan dominasi pada liga domestik maupun di kancah eropa. Sir Alex Ferguson juga memberikan sambutan kepada Guardiola dengan sebuah pujian, Ferguson mengakui perjalanan karir Guardiola berjalan dengan fantastis.
BACA JUGA ARTIKEL SEBELUMNYA : Manchester United Kembali Menemukan Tren Positif
